#hmm
- Gw : setting (jalan setengah sadar, setengah pengen tidur, setengah pusing, udah deh percis sama zombie di plant v. zombie gitu.)
- tiba-tiba
- A : heey Sinta
- Gw : *senyum seadanya* Heyy !!
- A : sibuk apa? lo ikutan ahumun?
- Gw : *nyengir* hehe enggak nih
- A : loh kenapa lo kan biasanya suka yang internasional internasional gitu. *nadaserius*
- Gw : HEHEHE
- dan gak tau kenapa conversation ini kocak aja di kepala gw.
I’m the Type 4 of Enneagram
Type 4 of Enneagram = Romantic
Romantics have sensitive feelings and are warm and perceptive
What I Like About Being a Four
- my ability to find meaning in life and to experience feeling at a deep level
- my ability to establish warm connections with people
- admiring what is noble, truthful, and beautiful in life
- my creativity, intuition, and sense of humor
- being unique and being seen as unique by others
- having aesthetic sensibilities
- being able to easily pick up the feelings of people around me
What’s Hard About Being a Four
- experiencing dark moods of emptiness and despair
- feelings of self-hatred and shame; believing I don’t deserve to be loved
- feeling guilty when I disappoint people
- feeling hurt or attacked when someone misundertands me
- expecting too much from myself and life
- fearing being abandoned
- obsessing over resentments
(via pixarmovies)
Pasti anak-anak Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran udah familiar sama yang satu ini. YEEP, Teori HUKUM PEMBANGUNAN!
(Source: visualturn, via world-shaker)
Lebaran kali ini berbeda, salah satu alasannya, Eyang terbaring sakit. Beliau sudah hampir sebulan ini terdiam, tidak berdaya, disokong dengan alat bantu untuk memacu-nya bernafas. Sekelumit alat-alat kedokteran yang asing, tabung oksigen, selang-selang yang menghubungkan organ tubuhnya untuk membantu Beliau mendapatkan asupan kehidupan. Beberapa lubang jarum ditusukan pada lengannya. Hal ini cukup membuat Beliau menjerit histeris kesakitan.
Kala kami datang, Beliau hanya dapat mengedipkan mata kemudian kembali terpejam. Hening dalam tidur yang melelahkan, membuat Beliau harus terus berjuang menahan kesakitan. Saya prihatin melihat Beliau. Ingin rasanya menitikan air mata ketika itu, namun Ayah berkata : “ ketika bertemu Eyang nanti, berikanlah senyuman agar beliau semangat”. Tidak ada alasan untuk tidak menaati wejangan Ayah sebelum akhirnya Saya melihat kondisi Eyang yang membuat Saya sesak. Saya benar-benar tidak tahu harus melakukan apa untuk Eyang! Ingin sekali rasanya mendengar keluhan Beliau. Namun, sekali lagi Saya harus mengatakan keinginan itu terlalu utopis, berbalik terhadap kondisi Eyang saat ini yang diam, terbaring letih. Akhirnya, Saya hanya bisa berbisik melafalkan dalam hati, mendoakan untuk kepulihan beliau.
Puisi Poconggg
Ngabuburit kali ini, aku ditemani oleh sahabat mbulku untuk mencari buku karangan fitrop, pada saat itu waktu menunjukkan pukul 05.00 pm sampailah kami disalah satu toko buku. Tanpa sengaja, kami menemukan buku berjudul “Poconggg juga Pocong” karya @Poconggg SyahReza dan sambil menunggu waktu buka puasa (sebenernya sih eke lagi gak puasa, -__-) akhirnya kita membaca buku berjudul “Poconggg juga pocong” ini ditempat (kebetulan ada 2 buku yang “gak diplastikin” terus langsung baca) sumpah buku ini lawaknya udah gawat tingkat UJIAN NASIONAL! recommended banget buat kalian kalian yang lagi galau, terus gak ada kegiatan ataupun kesibukan, atau buat kalian yang lagi gak mau mikir-mikir banget, atau juga buat menemani waktu luang biar bisa ber-haha hihi senam facial! Oiya, by the way, dalam buku ini ada puisi poconggg yang dalam ceritanya, poconggg memenangkan lomba menulis puisi bak seorang Rangga dalam film AADC dan sebetulnya puisinya “si-poconggg” yang gak ada wibawanya sama sekali ini *karena emang gak serem sih!* (mamam tuh conggg!) merupakan gubahan puisinya Rangga dalam film “Ada Apa Dengan Cinta?” masih dalam judul yang sama, berikut puisi karangan poconggg :
Sanubariku pun bergejolak,
Kenapa Cinta harus berlari ke hutan?
Kenapa Cinta harus berlari ke pantai?
Kenapa Cinta tak lari saja ke Seven Eleven terdekat!
dan Kenapa Cinta harus berlari?
Kenapa Cinta tak naik taksi, atau sekedar menyewa ojek?
kenapa….
Batinku terkoyak,
Kenapa Cinta berteriak di hutan?
Kenapa Cinta bernyanyi di pantai?
Kenapa Cinta tak pergi saja ke Inul Vista terdekat!
Dan kenapa Cinta harus berteriak dan bernyanyi?
Kenapa Cinta tak kemping saja di hutan atau sekedar berenang di pantai?
Kenapa …
Jiwaku merenguh,
Kenapa Cinta ingin bingar di pasar?
Kenapa Cinta memecahkan gelas untuk sekedar keramaian?
Kenapa tak Cinta geber saja motor kopling di kos-an?
Biar ramai, biar ank kos-an lain marah sampai
Gaduh!
ps : baca deh bukunya! hahaha (tuh conggg udah eke promosiin)
inside the abisal zone
this painting is dedicated to my best friend, Aka Fajaretta Nurafia.
Eating smarties before an exam because you are what you eat

